Rabu, 21 Juli 2010

ILMUAN BARAT BICARA TENTANG ISLAM

Seorang ilmuwan dari Italia Kenneth
Edward George berkata,
“ Saya sudah mengkaji dengan sangat
teliti agama-agama terdulu dan agama
modern dewasa ini. Kesimpulannya
adalah bahwa Islam agama langit yang
yang benar. Kitab Suci ini mencakup
kebutuhan materi dan immateri bagi
manusia. Agama ini membentuk akhlak
yang baik dan menjaga rohani agar
tetap sehat. ”
Profesor Inggris Mountaghmiri Watts
berkata,
“ Apa yang dipaparkan Al Qur’an
tentang realitas dan fenomena alam
yang sempurna menurut saya adalah di
antara kelebihan dan keistimewaan
Kitab ini. Yang jelas semua temuan dan
ilmu pengatahuan yang
didokumentasikan dewasa ini, tidak
mampu menandingi Al Qur’an.”
Sejarawan Italia, Brands Johny Burkz
mengatakan,
“ Kesejahteraan dan kepemimpinan
menjauh dari umat Islam dikarenakan
mereka tidak mau mengikuti petunjuk
Al Qur ’an dan mengamalkan hukum
dan undang-undang-nya. Padahal
sebelumnya sejarah telah mencatat
bahwa generasi awal Islam meraih
kejayaan, kemenangan, dan kebesaran.
Mmusuh-musuh Islam tau rahasia ini,
sehingga mereka menyerang dari sisi
ini. Ya, kondisi kehidupan umat Islam
sekarang ini suram, karena tidak
pedulinya umat ini terhadap Kitabnya,
bukan karena ada kekurangan dalam Al
Qur ’an atau Islam secara umum. Yang
obyektif adalah tidak benar
menganggat sisi negatif dengan
menghakimi ajaran Islam yang suci.”
Peneliti Prancis Gul Labum menyeru
orang Eropa,
“ Wahai manusia, kajilah Al Qur’an
secara mendalam, sampai kalian
menemukan hakekat kebenarannya,
karena setiap ilmu pengetahuan dan
seni-budaya yang pernah dicapai oleh
bangsa Arab, pondasinya adalah Al
Qur ’an. Hendaknya setiap penduduk
dunia, dari beragam warna dan bahasa
mau melihat secara obyektif kondisi
dunia zaman awal. Mengkaji lembaran-
lembaran ilmu pengetahuan dan
penemuan sebelum Islam. Maka kalian
akan tahu bahwa ilmu pengetahuan dan
penemuan tidak pernah sampai pada
penduduk bumi kecuali setelah
ditemukan dan disebarluaskan oleh
kaum muslimin yang mereka eksplorasi
dari Al Qur ’an. Ia laksana lautan
pengetahuan yang mengalir di jutaan
anak sungai. Al Qur ’an tetap hidup, dan
setiap orang mampu meneguk sejuknya
sesuai dengan kesungguhan dan
kemampuannya. ”
Ahli filsafat dari Prancis, Pranco Mari
Pulter, menjelaskan perbedaan antara
Injil dan Al Qur ’an,
”Kami yakin, jika disodorkan Al Qur’an
dan Injil kepada seseorang yang tidak
beragama, pasti orang tersebut akan
memilih yang pertama, karena Al
Qur ’an mengetengahkan pemikiran
yang cocok dengan akal sehat. Boleh
jadi tidak ada undang-undang yang
lebih detail tentang masalah perceraian,
kecuali undang-undang dan hukum
yang telah di gariskan Al Qur ’an
tentang masalah ini.”
Seorang ilmuwan dari Inggris Fard
Ghayum, Guru Besar Universitas London
mengatakan,
” Al Qur’an adalah kitab mendunia yang
memiliki keistimewaan sastra yang
tinggi, yang terjemahnya saja tidak bisa
mewakili tingginya sastra aslinya.
Karena lagunya berirama khusus,
keindahannya mengagumkan, dan
pengaruhnya yang luar bisa terhadap
yang mendengarkan. Banyak kaum
nashrani Arab yang terpengaruh gaya
bahasa dan sastranya. Begitu juga
kaum orientalis, banyak di antara
mereka yang menerima Al Qur ’an.
Ketika dibacakan Al Qur’an, kami orang-
orang Nashrani terpengaruh, laksana
sihir yang menembus jiwa kami, kami
merasakan ungakapnnya yang indah,
hukumnya yang orisinil. Keistimewaan
seperti ini yang menjadikan seseorang
merasa terpuaskan, dan bahwa Al
Qur’an tidak mungkin ada yang mampu
menandinginya.”
Knett Grigh, Guru Besar Universitas
Cambridge memberi kesaksian,
” Tidak akan mampu seseorang
sepanjang empat belas abad yang lalu,
sejak diturunkannya Al Qu ’ran sampai
sekarang ini, yang mampu membuat
seperti ayat Al Qur ’an, satu ayat
sekalipun. Karena Al Qur’an bukan kitab
yang dikhususkan untuk zaman
tertentu, bahkan Al Qur ’an ini alami
yang akan terus berlangusng sepanjang
zaman. Meskipun dunia dan kehidupan
ini berubah, namun setiap manusia
memungkinkan menjadikan al Qur ’an
sebagai pedoman hidupnya. Mengapa
Al qur ’an lebih unggul dan menjadi
pedoman hidup manusia sepanjang
masa? Karena Al qur ’an mencakup hal-
hal yang kecil maupun urusan yang
besar. Tidak ada sesuatu yang tidak
diatur oleh Al qur ’an. Saya yakin, bahwa
Al Qur’an mampu mempengaruhi orang
Barat, dengan syarat, Al Qur’an
dibacakan dengan bahasa aslinya,
karena terjemahnya tidak mampu
memberi pengaruh kejiwaan dan
rohani, berbeda dengan bacaan aslinya
yang menggetarkan jiwa, meluluhkan
qalbu. ” (it/ut)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar